Posted by: jauharmaghza | June 19, 2011

Menda’wahkan Islam

Mengajak kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Alloh adalah syarat agar kita menjadi umat yang terbaik. Demikianlah yang kita dapatkan di dalam QS. Ali-‘Imron: 115, sebagaimana firman Alloh, yang artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” Namun, yang sering terjadi di masyarakat kita saat ini adalah justru sikap acuh tak acuh, tidak ada semangat untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Yang sering kita lihat adalah sikap membiarkan yang salah, tanpa ada keinginan untuk mengingatkan. Sebagian masyarakat kita terjebak pada cara berpikir bahwa urusan agama adalah urusan masing-masing, semua sudah bisa berpikir baik buruk, jadi tidak perlu diingatkan.

Padahal, di situlah letak da’wah. Kalau kita terjebak pada pola pikir tersebut, maka tidak ada da’wah, dulu Nabi tidak perlu menda’wahkan Islam kepada umatnya. Nah, pola pikir inilah yang saat ini banyak berkembang. Padahal, kepada kita diperintahkan untuk berda’wah. Setiap kita adalah da’i sebelum menjadi “sesuatu”. Kita diperintahkan untuk mengubah/mencegah dengan tangan, dengan lisan. Jika kita hanya dengan hati, itu adalah selemah-lemahnya iman. Maka pertanyaannya, dimana posisi keimanan jika keinginan untuk menda’wahkan agama kita ini saja tidak ada.

Demikianlah yang menjadi pokok bahasan pada kajian ba’da ‘Isya 19 Juni 2011 kemarin, yang disampaikan oleh Kang Jauhar, melanjutkan materi pembahasan mengenai empat perkara yang wajib dipelajari oleh setiap muslimin dan muslimat. Silakan klik di sini untuk mengunduh materi kajiannya. Semoga bisa menjadi jalan bagi kita semua untuk senantiasa ber-amar ma’ruf nahi munkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, di mana saja kita berada. Berda’wah kepada diri kita sendiri, kepada anak istri dan keluarga kita, juga kepada teman-teman dan lingkungan sekitar kita. Semoga Alloh senantiasa memberi petunjuk dan merahmati kita semua. Aamiin aamiin ya Robbal ‘Aalamiin..

Posted by: jauharmaghza | June 19, 2011

Beribadah sesuai Tuntunan

Alloh menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya. Demikian yang Alloh sampaikan sebagaimana disebutkan dalam QS. Adz-Dzariyat: 56. Namun, bagaimanakah cara beribadah yang benar agar ibadah kita diterima oleh Alloh? Apakah kita bisa beribadah sesuai keinginan kita? Apakah setiap yang kita rasa baik bisa dianggap sebagai bentuk ibadah kita kepada Alloh? Nah, jawaban-jawaban dari pertanyaan inilah yang menjadi pokok bahasan pada kajian ba’da Shubuh 18 Juni yang lalu.

Pada kajian tersebut, Ustadz Luthfi menyampaikan, bahwa ibadah harus kita lakukan jika ada perintah, dan harus sesuai tuntunan, bukan ibadah yang baru dan diada-adakan. Agama ini sudah sempurna, dan kita tidak boleh menambahkan hal-hal baru di dalam agama kita ini. Sesuatu yang sudah sempurna, ya sudah sempurna. Kalau ditambahkan, justru bisa merusak kesempurnaan ibadah kita kepada Alloh. Nah, ingin tahu  lebih detail? Silakan klik di sini untuk mengunduh materi kajiannya.

Posted by: jauharmaghza | June 16, 2011

Mempertahankan Keimanan

Nikmat terbesar dalam hidup ini adalah nikmat iman. Nabi Muhammad pernah bersabda, pada masa fitnah di akhir zaman, ada yang pagi iman malam kufur, ada pula yang malam iman pagi kufur. Maka, sungguh nikmat yang perlu kita syukuri ketika kita bangun pagi dalam kondisi iman. Dan semoga Alloh senantiasa memberi hidayah keimanan untuk kita. Aamiin.

Nah, bagaimana seharusnya kita bersikap dalam mensyukuri nikmat iman ini? Bagaimana kita memulainya tiap bangun pagi? Simak pembahasan mengenai hal ini dalam kajian ba’da shubuh tadi pagi, 16 Juni 2011 yang disampaikan oleh Ustadz Luthfi. Untuk mengunduhnya, silakan klik di sini. Semoga bermanfaat.

Posted by: jauharmaghza | May 30, 2011

Keutamaan Iman, Taqwa dan Istiqamah

Alloh memberikan pahala dan keutamaan yang luar biasa bagi orang-orang yang beriman, beramal sholeh, bertaqwa, dan kemudian istiqamah di jalan Alloh.  Bagi orang yang bertaqwa misalnya, Alloh janjikan akan diberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, diberi rizki dari jalan yang tidak diduga-duga, dan juga dimudahkan segala urusannya. Nah, ingin tahu bagaimana balasan dan keutamaan lain yang Alloh berikan? Silakan klik di sini untuk mengunduh materi kajian dari Kang Jauhar pada ba’da Shubuh, 17 Mei 2011 ini. Semoga bermanfaat.

Posted by: jauharmaghza | May 8, 2011

Peristiwa Setelah Yaumul Hisab

Setelah selesai dihisab amalannya, orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang)”. Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

Adapun orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. Demikianlah firman Alloh di dalam QS. Az-Zumar ayat 71 dan 73, yang berisi mengenai keadaan manusia menjelang dimasukkan ke dalam surga atau neraka.

Inilah materi yang dibahas oleh Ustadz Luthfi pada kajian ba’da ‘Isya 5 Mei 2011 yang lalu. Ingin tahu lebih detail mengenai bagaimana gambaran apa yang terjadi menjelang manusia mendapat balasan atas amalan hidupnya di dunia? Silakan klik di sini untuk mengunduh rekaman kajiannya.

Older Posts »

Categories